"Squid" berfungsi sebagai proxy server, sehingga halaman/file yang sudah diakses oleh
pengguna yang menggunakan proxy server yang sama akan disimpan di dalam memory/harddisk.
Sehingga ketika pengguna lain ingin mengakses halaman website/file yang sama. Proxy server
tinggal memberikan data yang ada di dalam cachenya, sehingga tidak menggunakan koneksi
internet lagi. Hal ini menguntungkan kedua belah pihak, karena pengguna akan mendapatkan
halaman/file yang diinginkan lebih cepat (karena menggunakan koneksi lokal) dan bandwidth
internet secara keseluruhan akan dihemat karena proxy server tidak lagi mengunduh data yang
diinginkan pengguna dari internet.
Bandwidth management juga dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari delay_pools-nya
Squid yang cukup efektif untuk membatasi akses melalui http (port 80).
Namun Delay_pools squid masih kurang efektif dalam memage bandwidth.
Salah satu solusi yg saya terapkan untuk memanage bandwidth adalah dengan HTB-Tools
http://htb-tools.skydevel.ro/ .
Saya milih HTB karena tidak perlu mesin tambahan. Cukup diinstall jadi satu pada mesin yg
ada squid tadi.
Selain itu pada squid 2.7 telah tersedia fungsi ZPH
ZPH adalah Zero Penalty Hit, penjelasan-nya bisa dibaca di http://zph.bratcheda.org/
Untuk Squid sebelum versi 2.7 harus melakukan patch untuk mengaktifkan ZPH.
Contoh / logika sederhana dari penggabungan Squid + ZPH + HTB-Tools adalah seperti ini:
Apabila bandwidth yang tersedia sebesar 512kbps dan dibagi untuk 4 client, masing-masing
128kbps. (Pembatasan dilakukan dengan menggunakan HTB) Maka bandwidth maksimum yang
didapatkan oleh client (pengguna) adalah 128kbps, ketika koneksi penuh. Tidak perduli apakah
data yang diakses itu sudah berada di cache proxy atau tidak.
Yang kita inginkan adalah apabila data yang ingin diakes sudah berada di cache proxy Squid,
maka client tersebut harus dapat mengunduhnya dengan kecepatan LAN biasa (100mbps).
Squid ZPH + HTB bisa menangani kebutuhan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar